Thursday, 1 March 2012

Metode dan Teknik Promosi Kesehatan

Metode dan teknik promosi kesehatan adalah cara dan dengan alat bantu atau teknologi mana promosi kesehatan akan dilaksanakan untuk menjangkau sasaran tersebut. Penggunaan metode dan alat bantu dalam
pelaksanaan promosi kesehatan biasanya tergantung pada besar kecilnya kelompok sasaran,

pada umumnya dibedakan menjadi :
  1. Sasaran individual, biasanya menggunakan metode konseling dengan menggunakan alat bantu yang diperlukan, misalnya lembar balik.
  2. Sasaran kelompok (kelompok kecil dan kelompok besar), pada umumnya menggunakan metode ceramah, dibantu dengan slide, video atau film. Sedangkan khusus untuk kelompok kecil, disamping metode ceramah, juga dapat menggunakan metode diskusi kelompok,
    dan brainstorming (curah pendapat) dengan menggunakan alat bantu: slide, video, lembar balik, dan sebagainya.
  3. Sasaran kelompok khalayak ramai (massa), biasanya tidak menggunakan metode langsung, tetapi dengan menggunakan metode tidak langsung, misalnya melalui bincang-bincang (talk show) atau diskusi panel di televisi atau radio, penyebaran leaflet atau flyer, poster, spanduk, umbul-umbul, dan sebagainya.
Program Promosi Kesehatan di Indonesia semula dikelola atau dikembangkan oleh Direktorat Penyuluhan Kesehatan, yang selanjutnya pada tahun 1980-an diganti menjadi Pusat Penyuluhan Kesehatan. Penggunaan terminologi Penyuluhan pada saat itu hanya untuk menghindari tumpang tindih dengan nama Departemen Pendidikan. Oleh sebab itu meskipun menggunakan nama Pusat Penyuluhan Kesehatan, tetapi tugas dan fungsinya sama, yakni Pendidikan Kesehatan, dan sekarang berubah ke Promosi Kesehatan. Bersamaan dengan era reformasi, Pusat Penyuluhan Kesehatan diganti menjadi Pusat Promosi Kesehatan, sesuai dengan perkembangan yang terjadi di Badan Kesehatan Dunia atau WHO.



Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment